Belajar adalah kebutuhan bagi setiap pelajar.
Namun sekarang belajar menjadi kebutuhan banyak orang, baik itu pelajar maupun
tidak, baik itu tua ataupun muda, mengingat zaman yang semakin modern. Mereka
yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman tentu akan tertinggal jauh di
belakang. Oleh karena itu sekarang belajar menjadi kebutuhan banyak orang dari
berbagai kalangan.
Namun proses belajar sekarang menjadi kurang
efektif dengan sistem pembelajaran secara daring, mengingat masa pandemi yang
mengharuskan setiap orang untuk tetap tinggal di rumah agar terhindar dari
penularan Covid-19.
Banyak pelajar yang mengeluh terutama di
kalangan mahasiswa. Mereka yang berada di daerah pelosok, jauh dari perkotaan
lebih sering mengalami kendala di bagian sinyal. Bahkan di tempat perkotaanpun
terkadang masih ada beberapa pelajar yang terkendala sinyal. Masalah tersebut
membuat proses belajar menjadi kurang efektif, yang seharusnya mereka, para pelajar
mendapatkan pembelajaran dengan sebaik-baiknya dari pihak sekolah.
Sistem
pembelajaran secara daring tentu membutuhkan media yang cukup memadai.
Sedangkan mereka yang notabennya dari golongan keluarga kurang mampu tentu akan
mengalami banyak kendala. Selain harus menyediakan media yang memadai juga
harus menyediakan kuota untuk bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Akibatnya,
pelajar kurang bisa mengikuti dan menangkap pembelajaran dengan baik.
Selain beberapa permasalahan diatas, sistem
pembelajaran secara daring juga mempengaruhi pola pembelajaran bagi setiap
pelajar, terutama di kalangan Mahasiswa. Berbagai permasalahan di atas justru
sering mereka jadikan alasan untuk tidak mengikuti pembelajaran di kelas.
Realitanya, mereka justru bermalas-malasan di kamar atau pergi bermain dengan
teman-temannya.
Ada juga yang sengaja hanya masuk diskusi
belajar online lalu ditinggal tidur begitu saja. Bahkan budaya menitip absen
juga sudah menjadi kebiasaan mereka yang malas mengikuti pembelajaran hingga akhir.
Berbagai alasan mereka gunakan untuk tidak mengikuti pembelajaran dengan baik.
Berbagai permasalahan tersebut seharusnya
lebih menjadi sorotan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan lagi prsoses
pembelajaran di berbagai kalangan pelajar. Banyak dari mereka yang mengeluh
karena tidak mendapatkan bantuan kuota internet secara gratis padahal mereka
sudah membayar SPP sekolah. Hal tersebut lebih banyak dipermasalahkan di
kalangan Mahasiswa.
Beberapa mahasiswa memang mendapatkan bantuan
kuota internet secara gratis, namun ada juga beberapa yang lainnya yang belum
juga mendapatkan bantuan kuota internet secara gratis. Seharusnya dari pihak
pencairan kuota internet lebih memperhatikan lagi agar pencairan kuota internet
secara gratis bisa merata ke semua pelajar.
Oleh: Zahrotul Muniroh, Mahasiswi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIN Walisongo Semarang

0 Komentar